Showing posts with label pertanian. Show all posts
Showing posts with label pertanian. Show all posts

1 [SAWI ] PELIHARA SAWI DALAM POLYBAG /POT


 


Ayo berkebun sayuran di teras rumah kita.
Tak punya lahan, mengapa tidak mencoba menggunakan polybag?. Mari kita cukupi kebutuhan sayuran keluarga  kita dari tangan kita sendiri. Berikut tips cara berkebun sawi dan tips cara menanam sawi di dalam pot atau polybag. (sumber : oyekmbah dot blogspot )
 ---------------------------------
Sawi adalah tanaman yang pasti sangat sering kita jumpai di dapur karena sayur yang satu ini disenangi oleh banyak orang dan dapat diolah serta dikombinasikan dengan makanan yang lainnya. Kali ini saya akan mencoba memebrikan informasi bagaimana cara agar anda dapat mencukupi kebutuhan sawi rumah tangga anda tanpa harus beli di pasar.

Sawi dapat ditanam di dataran tinggi maupun di dataran rendah. Akan tetapi, umumnya sawi diusahakan di dataran rendah, yaitu di pekarangan, di ladang, di polibek atau di sawah, jarang diusahakan di daerah pegunungan. Sawi termasuk tanaman sayuran yang tahan hujan. Sehingga ia dapat ditanam di sepanjang tahun, asalkan pada saat musim kemarau disediakan air yang cukup untuk penyiraman. Keadaan tanah yang dikehendaki adalah tanah gembur, banyak mengandung humus.

Adapun cara budidaya sawit dalam polibag adalah :

Persemaian sawi

1. Siapkan polibag dengan ukuran diameter 15 cm atau kurang
2. isi polibag dengan tanah humus atau sub soil. akan lebih baik jika menggunakan kompos
3. Semaikan biji sawi di dalam satu polibag
Benih sawi yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Biji sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapangan
4. lalukan penyiraman setiap hari yaitu pagi dan sore hari.
Bibit sawi dapat ditanam setelah berumur 3 - 4 minggu setelah penyemaian biji sawi

Penanaman sawi
1. Siapkan polibag dengan ukuran diameter 15 cm atau kurang
2. isi polibag dengan tanah humus atau sub soil. Akan lebih baik jika menggunakan kompos
3. Cabut bibit sawi dari persemaian, hari - hati karena akar tidak boleh putus.
4. Gali Lobang dengan Jari kemudian tanam bibit sawi. Dalam satu polibag dapat ditanam 3-5 bibit sawit
5. lalukan penyiraman setiap hari yaitu pagi dan sore hari
6. Setiap minggu berikan kompos sebagai pupuk organik

Panen Sawi
Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama.

Untuk menjaga ketersediaan sawi anda dapat melakukan penanaman sawi dengan selang waktu seminggu sekali sebanyak 5 - 10 polibag.

4 [MENTIMUN] BUDIDAYA MENTIMUN ORGANIK

Sumber : alamtani.com
google.com

 budidaya mentimun organik


 Budidaya mentimun organik memerlukan kecermatan lebih dibanding budidaya  tanaman palawija lainnya. Mentimun organik membutuhkan perawatan ekstra karena rentan terhadap hama dan cuaca. Biasanya mentimun akan lebih bagus ditanam pada tanah yang baru digarap karena biasanya ia memerlukan asupan hara organik yang cukup banyak. Adaptasi mentimun pada berbagai iklim cukup tinggi, namun pertumbuhan optimum pada iklim kering. Cukup mendapat sinar matahari, temperatur sekitar 21 – 27°C dan tidak banyak hujan. Ketinggian optimum 1.000 – 1.200 meter dari permukaan laut.
Pengolahan lahan

Pengolahan lahan untuk budidaya mentimun organik dilakukan dengan cara mencangkul lahan dan langsung dibuat bedengan. Setelah dicangkul dan dibuat bedengan, biarakan selama 1-2 minggu supaya tanahnya terkena hujan dan panas secara bergantian terlebih dahulu. Sementara menunggu kesiapan tanah, persiapkan ajir yang nantinya akan dipakai untuk penopang tanaman.Setelah tanah dididiamkan, buatlah lubang tanam berukuran 30×40, lalu tiap lubang tanam diberi pupuk kompos sebanyak 2 kepal tangan tiap lubangnya. lalu diamkan selama 1-2 hari.   Total pupuk yang diperlukan per bedengnya adalah 30 Kg.
Penanaman

Sehari sebelum budidaya mentimun organik dilakukan, rendam biji mentimun terlebih dahulu dengan cara memasukannya kedalam kain dan merendamnya selama 15-20 menit. Setelah direndam, letakkan ditempat yang lembab, keesokan harinya akan tumbuh tunas  dan siap ditanam. Pada proses penanaman, masukan biji yang telah bertunas masing-masing dua biji kedalam lubang tanam yang sudah diberikan pupuk sebelumnya. Jika tanahnya kering, lakukan penyiraman setelah penananamn tersebut. Umur 2 HST biasanya benih yang ditanam sudah mulai tumbuh dan bertunas agak lebih tinggi. Benih bisa diperoleh dengan cara membenihkan sendiri ataupun dengan membeli dari sesama petani.

Untuk pembenihan mentimun, lakukan pemilihihan buah yang baik yakni biasanya yang bagian pangkalnya kecil namun buahnya panjang dan besar. Pilih 2 buah dari 1 bedengan. Jika ada buah yang terpilih mulai membusuk maka petik semua calon benih tersebut lalu biarkan selama 1 malam, setelah itu, besoknya calon benih tersebut dibelah dan dikerok untuk diambil bijinya. Ambil bijinya lalu masukkan kedalam wadah dan biarkan semalam.

Besok harinya lakukan pengayakan di air yang mengalir. Untuk mempermudah pengelupasan selaput yang menyeubungi biji mentimun, campurkan biji tersebut dengan abu kayu ataupun daun bamboo. Pada waktu pentaringan ini juga bisa dilakukan pengujian benih yang bagu dan yang tidak. Benih yang kurang bagus akan terliaht mengapung dan terhanyutkan oleh air. Setelah itu lakukan penjemuran selama 2 harian lalu biarkan selama 3 jam dan kemudian masukkan kedalam botol. Jika penyimpanannya bagus benih bisa bertahan sampai berumur 1 tahun, tapi benih bisa mulai dipergunakan sejak 1-2 bulan setelah benih tersebut diproduksi.
Perawatan

Perawatan dalam budidaya mentimun organik dilakukan mulai hari ke 3 dan 4 setelah tanam dengan melakukan pengontrolan apakah ada yang mati serta mengontrol gulma, jika ada yang mati, lakukan penyulaman. Umur 1 MST, biasanya daun sudah mulai muncul, pada waktu tersebut buatlah pupuk cair yang akan diberikan pada minggu berikutnya. Pupuk cair dibuat dari 2 karung kotoran kambing (60 kg) dicampur dengan air hingga menjadi larutan pupuk sebanyak 50 liter, tutup dan diamkan selama seminggu, Untuk penggunaan pupuk cair pada mentimun diperlukan 10 liter pupuk cair untuk 1 bedengan.

Setelah seminggu, siramkan pupuk pada masing-masing tanaman. Masih pada umur 2 MST selain penyiraman dengan pupuk cair lakukan juga pengajiran. Setelah itu lakukan perawatan berupa pengikatan tanaman pada ajir, dan pengelolaan hama dan penyakit. Beberapa penyakit dan hama yang menyerang mentimu diantaranya dikenal dengan istilah cacantal atau oteng-oteng, hama ini menyerang daun dan bisa menyebabkan kenatian pada tanaman, selain itu, hama yang kerap menyerang mentimun adalah ulat tanah, ulat tanah ini biasanya menyerang batang yang menjadi pangkal keluarnya daun atau buah. Kedua hama ini bisa dikendalikan dngan menggunakan kipait, gadung dan dicampur dengan air kencing kelinci.

Selain dua hama diatas, pada budidaya mentimun organik juga terdapat hama lalat buah dan  kutu daun. Sementara itu, untuk penyakit mentimun biasanya diserang oleh penyakit Busuk daun, tepung putih, antraknosa, bercak daun  dan busuk buah. Bisa dikendalikan secara kultur teknis berupa rotasi tanaman dan pembuangan bagian tanaman yang terkena virus/penyakit.
Panen

Mentimun mulai berbunga pada 20 HST dan mulai dipanen pada 40 HST. Budidaya mentimun organik bisa dipanen 2 hari sekali sampai 10 kali panen. Total panen per bedeng dalam 10 kali panen bisa mencapai 46 Kg.  Setelah dipanen, biasanya mentimun di pack ataupun dimasukkan karung untuk dijual ke pasar.







budidaya mentimun organik



0 [BAWANG MERAH] yOK PELIHARA bawang merah








 sumber : google.com
 petunjukbudidaya.blogspot.com/


 BAWANG MERAH

PENDAHULUAN
Bawang merah merupakan salah satu jenis sayuran bernilai ekonomis tinggi. Tanaman ini dapat diandalkan sebagai sumber penghasilan petani, pendapatan negara, penyumbang keanekaragaman bahan pangan serta kecukupan gizi. Salah satu upaya meningkatkan produktifitas dan kualitas bawang merah yang sesuai dengan permintaan konsumen adalah penggunaan bibit berupa benih atau biji (true shallot seed = TSS). Keuntungan usahatani bawang merah dengan biji ini antara lain dapat menurunkan biaya produksi, penyimpanan serta distribusinya lebih mudah, disamping itu juga dapat menciptakan varietas unggul baru. Budidaya bawang merah memerlukan air yang cukup terutama saat pembentukan umbi. Tanaman bawang merah yang kekurangan air pada fase pembentukan umbi dapat mengakibatkan penurunan produksi secara signifikan. Hal utama dalam budidaya bawang merah adalah menjaga tanah dalam keadaan cukup lembab.



SYARAT TUMBUH TANAMAN BAWANG MERAH

Tanaman bawang merah memerlukan curah hujan antara 100-200 mm/bulan dengan ketinggian tempat optimal 10-200 mdpl. Meskipun demikian, bawang merah masih dapat tumbuh dan berproduksi di ketinggian sampai dengan 800 mdpl. Suhu optimal untuk pertumbuhan tanaman bawang merah 20-30°C. Intensitas sinar matahari penuh tanpa naungan, lama penyinaran 12 jam. Tanaman bawang merah dapat beradaptasi pada kelembaban udara (rH 80-90%). Kelembaban udara dan kelembaban tanah yang relatif tinggi (> 90%) dapat merangsang terjadinya serangan penyakit. Angin sepoi-sepoi berpengaruh baik terhadap pertumbuhan dan pembentukan umbi bawang merah. Tanaman bawang merah membutuhkan tanah gembur, subur, banyak mengandung bahan organik, serta mudah menyediakan air dengan aerasi udara baik dan tidak becek. Budidaya bawang merah dapat dilakukan pada lahan sawah maupun lahan kering.



PELAKSANAAN TEKNIS BUDIDAYA BAWANG MERAH

Pengukuran pH tanah diperlukan untuk menentukan jumlah pemberian kapur pertanian pada tanah masam atau pH rendah (di bawah 6,5). Pengukuran bisa menggunakan kertas lakmus, pH meter, atau cairan pH tester. Pengambilan titik sampel bisa dilakukan secara zigzag.


PELAKSANAAN BUDIDAYA BAWANG MERAH
Persiapan Lahan Budidaya Bawang Merah

Persiapan lahan meliputi pembajakan dan penggaruan tanah, pencangkulan sedalam 30 cm (dikeringanginkan selama 15 hari), pembuatan bedengan dengan lebar 80-100 cm serta tinggi 30 cm (lahan kering) dan 60 cm (lahan sawah) dengan lebar parit 30-40 cm, pemberian pupuk kandang yang sudah difermentasi sebanyak 40 ton/ha dan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 1,2 ton/ha, persiapan selanjutnya melakukan pengadukan/pencacakan bedengan agar pupuk yang sudah diberikan bercampur dengan tanah, kemudian dilakukan penugalan untuk pembuatan lubang tanam.

Persiapan Bibit dan Penanaman Budidaya Bawang Merah

Persiapan pembibitan bawang merah membutuhkan rumah atau sungkup pembibitan untuk melindungi bibit muda. Kebutuhan benih bawang merah sebanyak 3 kg/ha. Pilih lokasi persemaian yang tanahnya subur dan intensitas cahaya matahari sempurna. Cangkul tanah sedalam 30 cm hingga gembur, kemudian keringanginkan selama 2 minggu. Buat bedengan dengan ukuran lebar 80-100 cm dan tinggi 30 cm. Berikan pupuk kandang yang telah difermentasi sebanyak 2 kg/m2, NPK 15-15-15 sebanyak 10 gram/m2. Buat alur-alur dangkal dengan arah alur memotong panjang bedengan. Jarak antaralur 5-10 cm. Tebar biji bawang merah secara merata pada alur kemudian tutup tipis dengan tanah. Untuk mempercepat perkecambahan benih permukaan media ditutup menggunakan kain goni (bisa juga menggunakan mulsa PHP), dijaga dalam keadaan lembab.

Pembukaan penutup permukaan media semai dilakukan apabila benih sudah berkecambah, baru kemudian benih disungkup menggunakan plastik transparan. Pembukaan sungkup dimulai jam 07.00 - 09.00, dibuka lagi jam 15.00-17.00. Umur 7 hari menjelang tanam sungkup harus dibuka secara penuh untuk penguatan tanaman. Penyiraman jangan terlalu basah, dilakukan setiap pagi. Penyemprotan menggunakan fungisida berbahan aktif simoksanil dan insektisida berbahan aktif imidakloprid dilakukan pada umur 15 hss (hari setelah semai). Dosis/konsentrasi ½ dosis terendah.

Bibit bawang merah berumur 30 hari siap untuk di tanam. Sebelum ditanam, bibit yang telah dicabut direndam dalam larutan karbofuran (konsentrasi 1 gr/ liter selama 2 jam). Penanaman berjumlah satu tanaman per titik tanam, usahakan posisi berdiri tegak. Jarak tanam ideal untuk musim kemarau 10 cm x 5 cm sedangkan untuk musim penghujan bisa diperlebar 10 cm x 10 cm. Padatkan tanah dekat pangkal batang secara pelan.


PEMELIHARAAN BUDIDAYA BAWANG MERAH


Penyulaman Budidaya Bawang Merah

Penyulaman dilakukan sampai umur tanaman 2 minggu. Tanaman bawang merah yang sudah terlalu tua apabila masih terus disulam mengakibatkan pertumbuhan tidak seragam. Hal ini akan berpengaruh terhadap keseragaman pemanenan.

Sanitasi Lahan dan Pengairan Budidaya Bawang Merah

Sanitasi lahan budidaya bawang merah meliputi : pengendalian gulma/rumput (penyiangan), pengendalian air saat musim hujan sehingga tidak muncul genangan serta pencabutan tanaman bawang merah yang terserang hama penyakit. Penyiangan dilakukan sebelum melakukan pemupukan susulan baik pemupukan susulan pertama maupun kedua. Penyiangan gulma dapat dicabut secara manual atau menggunakan alat gosrok/landak.
Pengairan diberikan secara terukur, dengan penggenangan atau pengeleban dua hari sekali selama 15-30 menit tergantung kondisi kelembaban tanah.

Pemupukan Susulan Budidaya Bawang Merah

Pemupukan susulan budidaya bawang merah meliputi pupuk akar dan pupuk daun. Pupuk akar diberikan secara larikan, dibenamkan dalam tanah sedalam 10 cm sebanyak 2 kali. Pemupukan pertama dilakukan umur 10 hari setelah tanam (HST) menggunakan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 150 kg/ha dan urea sebanyak 50 kg/ha. Pemupukan kedua dilakukan umur 30 HST menggunakan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 200 kg/ha.
Pupuk daun kandungan Nitrogen tinggi diberikan umur 14 hst dengan konsentrasi 2 gr/liter, sedangkan pupuk daun kandungan Phospat serta kalium tinggi diberikan umur 30 hst dan 45 hst. Pemupukan phospat dan kalium tinggi menggunakan pupuk MKP dengan konsentrasi 2 gr/liter pada umur 30 hst, dan konsentrasi 4 gr/lliter pada umur 45 hst.


PENGENDALIAN HAMA PENYAKIT TANAMAN BAWANG MERAH
HAMA TANAMAN BAWANG MERAH
Ulat Tanah (Agrotis ipsilon Hufn.)

Larva ulat tanah aktif menyerang tanaman bawang merah pada malam hari dengan cara memotong pangkal batang tanaman muda. Sedangkan siang harinya larva ulat bersembunyi di dalam celah-celah tanah, biasanya dengan posisi tubuh melingkar. Pengendalian hama ini secara kimiawi menggunakan insektisida berbahan aktif karbofuran. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

Hama Putih (Thrips tabaci Lind.)

Siklus hidup Thrips berlangsung selama 3 minggu. Di daerah tropis, siklus hidup Thrips hanya berlangsung selama 7-12 hari, sehingga dalam satu tahun dapat mencapai 5-10 generasi. Setiap ekor Thrips betina dapat menghasilkan telur sebanyak 80-120 butir selama hidupnya. Gejala serangan dapat diamati pada daun muda atau pucuk daun. Nimfa dan imago menyerang tanaman bawang merah dengan cara menghisap cairan daun. Bagian tanaman terserang akan ternoda berwarna putih mengkilap seperti perak, kemudian berubah menjadi kecoklatan berbintik hitam. Serangan berat menyebabkan tanaman mati serta umbi yang dihasilkan berukuran kecil bermutu rendah. Pengendalian hama Thrips menggunakan insektisida berbahan aktif abamektin, tiametoksam, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

Ulat Bawang

Ulat bawang tanaman bawang merah adalah Spodoptera exiqua. Larva ulat bawang menyerang tanaman bawang merah dengan cara membuat lubang pada daun bagian ujung, kemudian masuk ke dalam daun dan memakan daun bagian dalam tetapi epidermis bagian luar tetap dibiarkan, akibatnya daun tersebut tampak bercak-bercak berwarna putih, apabila diterawang tembus cahaya. Jika populasi ulat bawang sangat banyak dapat menyerang umbi bawang merah. Pengendalian kimiawi menggunakan insektisida berbahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.


PENYAKIT TANAMAN BAWANG MERAH
Layu Fusarium

Layu Fusarium menyerang tanaman bawang merah pada bagian dasar umbi lapis, sehingga pertumbuhan akar dan umbi bawang merah terganggu. Gejala serangan dapat diamati secara visual, yaitu daun menguning cenderung terpelintir, tanaman mudah dicabut karena akar membusuk. Pada dasar umbi terlihat cendawan putih, sedangkan pada umbi lapis jika dipotong membujur terlihat pembusukan yang berawal dari dasar umbi kemudian meluas ke atas maupun ke samping. Tanaman mati mulai dari ujung daun kemudian menjalar hingga ke pangkal daun. Upaya pengendalian yang dapat dilakukan antara lain meningkatkan pH tanah, memusnahkan tanaman bawang merah yang terserang, melakukan penggiliran tanaman serta penyemprotan kimiawi menggunakan fungisida berbahan aktif benomil, metalaksil atau propamokarb hidroklorida. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

Ngelumpruk

Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Stemhylium vesicarium (Wallr Simmons). Gejala serangan penyakit ngelumpruk pada tanaman bawang merah adalah terdapat bercak kekuningan yang tumbuh sangat banyak pada seluruh bagian tanaman. Penyebaran penyakit berlangsung sangat cepat sesuai dengan arah bertiupnya angin di areal pertanaman. Cendawan Stemhylium vesicarium mampu mematikan tanaman secara serentak. Kumpulan tanaman yang mati serentak terlihat seperti tersiram air panas. Pada kondisi kelembaban udara tinggi dan berangin, maka infeksi dapat secara tunggal maupun berasosiasi dengan cendawan Alternaria porri. Pengendalian secara kimiawi menggunakan fungisida sistemik, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol dan fungisida kontak, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

Bercak Cercospora

Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Cercospora duddidae (Walles). Gejala serangan penyakit bercak Cercospora pada tanaman bawang merah adalah terjadinya bercak klorosis pada ujung daun dan sering tampak terpisah dengan infeksi pada pangkal batang. Daun tampak belang-belang. Bercak klorosis berbentuk bulat berwarna pucat dan bergaris tengah 3-5 mm. Pusat bercak berwarna cokelat serta terdapat bintik-bintik yang merupakan konidiofora jamur. Pengendalian secara kimiawi menggunakan fungisida sistemik, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol dan fungisida kontak, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

Bercak Alternaria

Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Alternaria porri (Ell.) Cif. Gejala serangan penyakit bercak Alternaria pada tanaman bawang merah adalah adanya bercak pada daun dengan pusat bercak berwarna ungu atau lebih gelap. Pada daerah tersebut dapat ditemukan konidiofor yang mampu berkecambah membentuk konidiospora. Infeksi awal pada tanaman bawang merah ditandai adanya bercak berukuran kecil, melekuk ke dalam, berwarna putih dengan pusat bercak berwarna ungu atau abu-abu. Apabila cuaca lembab, bercak berkembang hingga menyerupai cincin, bagian tengahnya berwarna ungu dan tepinya kemerahan serta dikelilingi warna kuning yang dapat meluas. Ujung daun mengering atau bahkan patah. Permukaan bercak pada akhirnya berwarna cokelat kehitaman. Serangan parah berlanjut ke umbi, menyebabkan umbi membusuk berwarna kuning lalu menjadi merah kecokelatan. Umbi membusuk dan berair dimulai dari bagian leher, kemudian jaringan umbi yang terinfeksi mengering serta berwarna gelap. Penyakit bercak daun Alternaria porri dapat dikendalikan secara kimiawi menggunakan fungisida sistemik, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol dan fungisida kontak, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

Embun Bulu

Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Peronospora destructor (Berk) Casp. Serangan cendawan Peronospora destructor bersifat sistemik dan lokal. Gejala serangan penyakit embun bulu pada tanaman bawang merah terjadi pada awal pertumbuhan. Infeksi terlihat terutama saat daun basah terkena embuh, terlihat warna putih menyerupai bulu-bulu halus. Apabila tanaman mampu bertahan hidup, maka pertumbuhannya akan terhambat, daun berwarna hijau pucat. Infeksi pada daun mampu menyebar ke bawah mencapai umbi lapis, kemudian menjalar ke seluruh lapisan hingga berwarna cokelat. Penyakit embun bulu dapat dikendalikan secara kimiawi menggunakan fungisida sistemik, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol dan fungisida kontak, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

Antraknosa

Antraknosa pada tanaman bawang merah adalah cendawan Colletrotichum gloespoiroides Penz. Kerusakan tanaman bawang merah akibar serangan penyakit antraknosa bisa mencapai 50-100%. Penyakit ini sangat berpotensi menimbulkan kegagalan. Gejala serangan dapat dilihat secara fisiologis, tanaman mati serentak secara cepat. Serangan awal ditandai adanya gejala bercak putih pada daun, selanjutnya akan terbentuk lekukan ke dalam (invaginasi), berlubang dan patah karena terkuai tepat pada bercak tersebut. Jika serangan berlanjut akan membentuk koloni konidia berwarna merah muda, lalu berubah menjadi cokelat tua, dan akhirnya menjadi kehitaman. Umbi akan membusuk serta daun mengering. Penyakit antraknosa dapat dikendalikan secara kimiawi menggunakan fungisida sistemik, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol dan fungisida kontak, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb.

PANEN
Tanaman bawang merah dapat dipanen pada umur 60-70 hss di dataran rendah, 80-100 hss di dataran tinggi. Tanaman bawang merah siap panen ditandai sebagai berikut :

    Pangkal daun jika dipegan sudah lemah.
    70-80% daun berwarna kuning.
    Daun bagian atas mulai rebah.
    Umbi bawang merah kelihatan tersembul di atas permukaan tanah
    Sudah terjadi pembentukan pigmen merah dan timbulnya bau bawang merah yang khas, serta terlihat warna merah tua atau merah keunguan pada umbi bawang merah.


Panen sebaiknya dilakukan dalam keadaan kering dan cuaca cerah. Untuk menghindari umbi tertinggal dalam tanah, 1-2 hari sebelum panen dilakukan penyiraman terlebih dahulu menggunakan air. Panen dilakukan dengan mencabut seluruh tanaman secara hati-hati, kemudian setiap satu genggam diikat dengan 1/3 daun bagian atas. Pengikatan bertujuan untuk memudahkan penanganan berikutnya.

0 [kacang panjang]tehnik pemeliharaan kacang panjang baik dan benar



Sumber: tentangkacang.blogspot.com

sebelumnya trims terhadap penulis post , dan maaf tulisan ini berasal dari copas tetangga ...,ketimbang kita membahas tentang copas lebih baik kita belajar ilmunya ya ...kawan blogger moga bermanfaat ...langsung aja ...ya di simak ulasan di bawah ini ..monggo......









 Kacang panjang popluler di Indonesia dan dikonsumsi sebagai komponen sayuran. Kacang panjang merupakan sumber nutrisi yang baik sebab kandungan senyawa aktifnya cukup kompleks. Permintaan pasar terhadap kacang panjang cukup stabil, karena itu wajar jika banyak petani yang menanam kacang panjang sebagai penopang ekonomi mereka. Pada dasarnya budidaya tanaman kacang panjang cukup mudah. Sama seperti tanaman pertanian lainnya, faktor seperti medium tumbuh, bibit, perawatan dan masa panen merupakan fokus utama dalam budidaya kacang panjang. Jika Anda tertarik dengan peluang usaha ini, sebelum memulai, cermatilah langkah budidaya kacang panjang seperti yang diurai pada paragraf berikutnya.

Sayarat Tumbuh Kacang Panjang

Sebelum memulai usaha pertanian kacang panjang, petani harus memahami syarat tumbuh tanaman yang satu ini. Kacang panjang, sama seperti tanaman lainnya, menyukai tanah yang lempung dan berpasir (latosol) serta tentu subur gembur banyak mengandung humus. Sementara itu kelembaban yang paling sempurna untuk kacang panjang adalah pH 5,5 hingga 6,5. Adapun iklim pendukung terbaik adalah antara 20 derajat celsius sampai 30 derajat celsius. Curah hujan juga memegang peranan yang baik. Untuk pertanian kacang panjang, curah hujan terbaik antara 600 hingga 1.500 mm per tahunnya. Terakhir adalah ketinggian medium tanam sebaiknya kurang dari 800 meter di atas permukaan laut.
Pembibitan, Penanaman Dan Pemeliharaan

Setelah memahami syarat tumbuh dari kacang panjang, petani sudah bisa memulai budidaya kacang panjang. Langkah pertama yang diperhatikan tentu soal ketersediaan bibit. Pemilihan bibit sangat penting sebab akan mempengaruhi kualitas panen petani. Adapun kriteria bibit layak tanam adalah:

    Penampilannya bernas atau kusam
    Daya kecambahnya cenderung tinggi sekitar 85%
    Tidak memiliki cacat atau rusak
    Sehat, tidak memiliki wabah aham maupun penyakit

Setelah bibit tersedia, petani bisa tidak lagi harus menyemaikan bibit kacang panjang terlebih dahulu. Bisa langsung ditanam pada lubang tanam yang sebelumnya telah disiapkan di medium tanah. Adapun langkah-langkah penyiapan medium tanam sebagai berikut:

    Bersihkan lahan dari gulma seperti rumput liar. Kemudian gemburkan tanah dengan cara dicangkul dan dibajak.
    Selanjutnya, siapkan bedengan dengan ukuran lebar kurang lebih 60 sampai 80 cm. Sementara itu jakar antara bedengan yang satu dengan yang lainnya adalah 30 cm. Adapun tinggi bedengan sebaiknya 30 cm dan panjang bedengan tergantung pada luas lahan yang petani miliki.
    Apabila dirasa pH tanah lahan kurang baik, petani bisa melakukan langkah pengapuran pada lahan yakni dengan mencampurkan dolomit sebanyak 1 sampai 2 ton per hektar tanah dengan lahan secara merata pada kedalaman 30 cm.
    Selain itu, untuk menambah kesuburan lahan tanam, aplikasikanlah pupuk di bedengan. Langkah ini tidak mutlak jika dirasa tanah cukup subur.
    Setelah bedengan siap, buatlah lubang tanam dengan ukuran 20x50 xm, 40x60 cm dan 30x40 cm (ukuran untuk kacang tanah tipe merambat). Sementara untuk kacang tanah tipe tegak, ukuran lubang tanamnya adalah 20x40 cm dan 30x60 cm.

Setelah lubang tanam siap, bibit kacang panjang siap untuk ditanam. Periode penanaman terbaik adalah di awal musim kemarau atau awal musim penghujan. Namun jika tanah dalam kondisi memadai, bisa saja proses tanam dimulai kapanpun. Cara menanam kacang panjang adalah dengan memasukkan benih ke dalam lubang tanah. Per lubang bisa diisi dengan 2 biji bibit. Setelah dimasukkan, tutup kembali lubang dengan tanah.



Setelah proses penanaman, langkah selanjutnya adalah proses pemeliharaan. Setelah 3 atau 4 hari dari masa penanaman, perlu dilakukan proses penyulaman. Yakni meneliti satu per satu lubang tanam dan mengganti bibit yang tidak tumbuh dengan bibit baru. Langkah pemeliharaan selanjutnya adalah penyiangan. Saat tanaman kacang hijau sudah berumur 2 atau 3 minggu, petani bisa menyiangi rumput di kebun. Sebaiknya dengan cara manual yakni dengan mencabut rumbut seperti biasa. Langkah selanjutnya adalah pemangkasan atau perempelan. Langkah ini mencakup pemotongan tanaman kacang panjang yang dianggap terlalu rimbun. Pemangkasan bisa dilakukan pada bagian daun maupun ujung batang. Tanaman yang terlalu rimbun berpotensi menghambat tumbuhnya bunga dan hal ini jika tidak diantisipasi akan mempengaruhi jumlah panen Anda.


Dalam budidaya kacang panjang, langkah pemupukan juga memegang peranan yang sangat penting. Sebagian petani yang memang fokus pada pertanian organik biasanya akan memakai pupuk kompos. Tetapi tak sedikit pula petani yang menggunakan pupuk an-organik. Adapun dosis pemupukan makro adalah :

    Pemupukan dasar meliputi : 50 kg urea dan 75 kg Sp-36 serta 25 kg KCI.
    Pemupukan tanaman yang berumur 45 hari : 50 kg Urea dan 25 kg Sp-36 serta 75 kg KCI.

Proses pemeliharaan selanjutnya adalah pengairan. Proses ini dilakukan pada fase awal pertumbuhan benih kacang hijau hingga tanaman muda. langkah penyiraman dilakukan rutin setiap hari. Namun bisa dikurangi tergantung pada musim. Hal lain yang tak kalah penting adalah pengelolaan hama dan juga penyakit. Budidaya kacang panjang rentan terusik dengan kehadiran hama dan penyakit seperti lalat kacang, ulat grayak, peggerek biji, ulat bunga, penyakit antraknose, mozaik, dan penyakit sapu. Masing-masing hambatan ini bisa ditanggulangi berdasarkan gejala yang terlihat.


Setelah semua proses dilalui, petani tinggal menunggu masa panen yang merupakan titik puncak dalam budidaya kacang panjang. Adapun ciri kacang panjang yang siap panen adalah kacang panjang yang mudah dipatahkan dan biji-biji di dalam polongnya tidak menonjol. Sementara itu, waktu panen terbaik adalah pagi dan sore hari di umur tanaman antara 3,5 sampai 4 bulan. Cara memanen kacang panjang cukup mudah, cukup memotong ujung tangkai buah/kacang panjang dengan pisau. Setelah dipanen, kacang panjang dikumpulkan dan disortir. Simpan di tempat teduh, tidak lembab dan tidak pula terkenal sinar matahari secara langsung. Ada baiknya kacang panjang langsung dijual di pasaran.

0 SEMANGKA [ CARA PEMBUDIDAYAAN SEMANGKA]


 SUMBER GAMBAR : HASIL PENCARIAN GOOGLE.COM  ;SEMANGKA;








































SUMBER : SOLBIAGRO.COM


BUDIDAYA SEMANGKA

PENDAHULUAN

Tanaman Semangka adalah tanaman yang sangat popular di masyarakat Indonesia. Disamping itu tanaman Semangka merupakan tanaman yang sangat bermanfaat untuk kesehatan karena banyak mengandung air dan serat. Oleh karena itu budidaya tanaman tersebut perlu dilakukan  dengan baik dan sesuai petunjuk tehnis agar didapat hasil yang memuaskan.

SYARAT PERTUMBUHAN

Curah hujan ideal 40-50 mm/bulan. Seluruh areal pertanaman perlu sinar matahari sejak terbit sampai tenggelam, suhu optimal +/- 250 C. Semangka cocok ditanam didataran rendah hingga ketinggian 600 m dpl. Kondisi tanah cukup gembur, kaya bahan organic, bukan tanah asam dan tanah kebun/persaahan yang telah dikeringkan. Cocok pda jenis tanah berpasir dengan keasaman tanah pH 6-6,7.

TEKNIS BUDIDAYA SEMANGKA

 1.    Persiapan Media Semai

    Campurkan Solbi Agro sebanyak 100 ml dengan pupuk kandang sebanyak 50 kg, dan tanah untuk lahan seluas 1000m2, didiamkan selama 1 minggu ditempat teduh dengan selalu dijaga kelembabannya dan sesekali di aduk aduk / dibolak balik.
    Campurkan tanah halus (yang telah diayak) sebanyak 2 ember, pupuk kandang matang yang telah diayak 1 ember, dan TSP +/- 50 gram dan dimasukkan dalam polibag ukuran 8x10 cm hingga terisi 90% nya.



 2.    Teknis Perkecambahan Benih






    Benih dimasukan ke dalam kain lalu direndam dengan larutan Solbi Agro sebanyak 5 cc per liter air selama 10 jam.
    Setelah dilakukan perendaman, benih tersebut diperam dalam kertas sampul warna coklat atau Koran selama 1–2 hari.
    Benih yang sudah berkecambah dipindahkan ke media persemaian.



 3.    Persemaian Benih dan Pemeliharaan Bibit

    Media semai disiram air secukupnya
    Benih yang telah keluar calon akar sepanjang 2 cmm disemaikan dalam polibag sedalam 1-1,5 cm.
    Polibag persemaian diletakkan berderet dan terkena sinar matahari penuh
    Penyiraman 1-2 kali sehari dan pada umur 12-14 hari bibit siap dipindam tanam ke lahan.


PENGOLAHAN MEDIA TANAM

 1.    Pembukaan Lahan

    Lakukan pembajakan sedalam 30 cm dan kemudian dihaluskan dan diratakan.
    Bersihkan lahan dari sisa-sisa perakaran dan batu.
    Buat bedengan dengan lebar 1 m, tinggi 0,5 m, dan lebar telasah 2 m.
    Berikan kapur dolomite agar mencapai pH 6-6,7
    Berikan pupuk kandang yang telah dicampur Solbi Agro ( 1lt Solbi Agro untuk 1 ton pupuk kandang), seminggu sebelum tanam.
    Pemupukan dasar dengan TSP 200 kg / ha, ZA 140 kg / ha dan KCL 130 kg / ha.
    Bedengan perlu diberi plastik mulsa dengan lebar 110-150 cm agar membantu mengurangi penguapan air dan pertumbuhan tanaman penggangu lainnya.



TEKNIS PENANAMAN SEMANGKA



 1.    Pembuatan lubang Tanam

    Dilakukan satu minggu sebelum penanaman dengan kedalaman 8 cm, dengan jarak 20-30 cm dari tepi bedengan.
    Jarak tanam antar lubang 90-100 cm.
    Penanaman sebaiknya pagi atau sore hari kemudian dilakukan penyiraman hingga cukup basah.



PEMELIHARAAN TANAMAN

 1.    Penyulaman

    Penyulaman dilakukan 3-5 hari setelah tanam.



 2.    Penyiangan

    Lakukan penyiangan dengan cara mengatur cabang primer dan hanya dipelihara 2-3 cabang saja tanpa memotong cabang sekunder.
    Ujung cabang sekunder disisakan 2 helai daun.
    Cabang sekunder yang tumbuh pada ruas yang ada buahnya dipotong agar tidak menganggu pertumbuhan buah.
    Lakukan perempelan tunas muda yang tidak berguna karena mempengaruhi pertumbuhan buah.



 3.    Pengairan dan Penyiraman

    Pengairan dilakukan dengan dibasahi saluran antar bedengan dengan cara di siram dengan pipa atau digembor dengan waktu 4-6 hari.
    Volume penyiraman tidak boleh terlalu berlebihan.



 4.    Pemupukan

    Pemupukan satu minggu setelah tanam dengan menggunakan ZA 40 kg/ha, KCL 140 kg/ha
    Pemupukan semangka dua minggu setelah tanam mengunakan ZA 120 kg/ha, TSP 85 kg/ha, KCL 170 kg/ha.
    Pemupukan semangka saat berbunga menggunakan ZA 130 kg/ha, KCL 30 kg/ha
    Lakukan penyemprotan Solbi Agro dengan dosis 500 ml dilarutkan dengan 200 liter air, dan disemprotkan merata setiap 2 minggu sekali.



5.    Sortir Buah

    Pilih buah yang cukup besar bulat baik dan tidak cacat,  terletak antara 1-1,5 m dari perakaran tanaman.
    Sisakan hanya 1-2 buah saja, lainnya di pangkas.
    Jika berat buah sudah hampir 2 kg, bolak balik buah agar didapat pencahayaan matahari dan warna yang rata.



HAMA PENYAKIT SEMANGKA

1.    Hama Tanaman Semangka

    Thrips Berukuran kecil ramping, warna kuning pucat kehitaman, mempunyai sungut badan beruas-ruas. Cara penularan secara mengembara dimalam hari, menetap dan berkembang biak. Pengendalian: semprotkan insektisida yang direkomendasikan untuk hama ini.
    Ulat Perusak Daun Berwarna hijau dengan garis hitam/berwarna hijau bergaris kuning, gejala : daun dimakan sampai tinggal lapisan lilinnya dan terlihat dari jauh seperti berlubang. Pengendalian: semprotkan insektisida yang direkomendasikan untuk hama ini.
    Tungau Binatang kecil berwarna merah agak kekuningan/kehijauan berukuran kecil mengisap cairan tanaman. Tandanya, tampak jaring-jaring sarang binatang ini di bawah permukaan daun, warna dedaunan akan pucat. Pengendalian: semprotkan insektisida yang direkomendasikan untuk hama ini.
    Ulat Tanah Berwarna hitam berbintik-bintik/bergaris-garis, panjang tubuh 2-5 cm, aktif merusak dan bergerak pada malam hari. Menyerang daun, terutama tunas-tunas muda, ulat dewasa memangsa pangkal tanaman. Pengendalian: (1) penanaman secara serempak pada daerah yang berdekatan untuk memutus siklus hidup hama dan pemberantasan sarang ngengat disekitarnya; (2) pengendalian : semprotkan insektisida yang direkomendasikan untuk hama ini.
    Lalat Buah Ciri-ciri mempunyai sayap yang transparan berwarna kuning dengan bercak-bercak dan mempunyai belalai. Tanda-tanda serangan : terdapat bekas luka pada kulit buah (seperti tusukan belalai), daging buah beraroma sedikit masam dan terlihat memar. Pengendalian : semprotkan insektisida yang direkomendasikan untuk hama ini.



 2.    Penyakit Tanaman Semangka

    Layu Fusarium Penyebab: lingkungan/situasi yang memungkinkan tumbuh jamur (hawa yang terlalu lembab). Gejala: timbul kebusukan pada tanaman yang tadinya lebat dan subur. Pengendalian: (1) dengan pergiliran masa tanam dan menjaga kondisi lingkungan, menanam pada areal baru yang belum ditanami, (2) pemberian fungisida yang direkomendasikan untuk penyakit  ini.
    Bercak Daun Penyebab: spora bibit penyakit terbawa angin dari tanaman lain yang terserang. Gejala: permukaan daun terdapat bercak-bercak kuning dan selanjutnya menjadi coklat akhirnya mengering dan mati, atau terdapat rumbai-rumbai halus berwarna abu-abu/ungu. Pengendalian: seperti pada penyakit layu fusarium.
    Antraknosa Penyebab: seperti penyakit layu fusarium. Gejala: daun terlihat bercak-bercak coklat yang akhirnya berubah warna kemerahan dan akhirnya daun mati. Bila menyerang buah, tampak bulatan berwarna merah jambu yang lama kelamaan semakin meluas. Pengendalian: seperti pengendalian penyakit layu fusarium.
    Busuk Semai Menyerang pada benih yang sedang disemaikan. Gejala: batang bibit berwarna coklat, merambat dan rebah kemudian mati. Pengendalian: pemberian fungisida yang direkomendasikan untuk penyakit  ini.
    Busuk Buah Penyebab: jamur/bakteri patogen yang menginfeksi buah menjelang masak dan aktif setelah buah mulai dipetik. Pengendalian: hindari dan cegah terjadinya kerusakan kulit buah, baik selama pengangkutan maupun penyimpanan, pemetikan buah dilakukan pada waktu siang hari tidak berawan/hujan. f. Karat Daun Penyebab: virus yang terbawa oleh hama tanaman yang berkembang pada daun tanaman. Gejala: daun melepuh, belang-belang, cenderung berubah bentuk, tanaman kerdil dan timbul rekahan membujur pada batang. Pengendalian: sama seperti penyakit layu fusarium.



 3.    Penggunaan Solbi Agro

    Untuk menghindari terjadinya kerugian akibat serangan Hama dan Penyakit, sebenarnya kunci utama adalah menjaga agar tanaman tersebut tumbuh sehat, untuk menyehatkan tanaman maka lakukan penyemprotan Solbi Agro dengan dosis 500 ml per 200 liter air atau 2 tutup per tangki sprayer dan dilakukan rutin setiap 2 minggu sekali sehingga dimungkinkan tanaman akan tumbuh sehat sehingga kerugian akibat serangan hama dan penyakit dpat di minimalisir segera.



PANEN

    Ciri dan Umur Panen Umur panen setelah 70-100 hari setelah penanaman. Ciri-cirinya: terjadi perubahan warna buah, dan batang buah mulai mengecil maka buah tersebut bisa dipetik (dipanen).
    Cara Panen Pemetikan buah sebaiknya dilakukan pada saat cuaca cerah sehingga buah dalam kondisi kering permukaan kulitnya, dan tahan selama dalam penyimpananan ataupun ditangan para pengecer. Sebaiknya pemotongan buah semangka dilakukan beserta tangkainya.

1 [TOMAT]CARA PEMELIHARAAN TOMAT[ solbiagro.COM]

SUMBER :solbiagro.com

SEBELUMNYA TRIMAKASIH KEPADA SOLBIAGRO.COM 







Persiapan Lahan


Pada pola tanam tomat Intensif, persiapan lahan sangat penting diperhatikan, tahapan yang harus di perhatikan sebagai berikut :

    pH tanah diusahakan pH 6 – pH 7 ,penaburan kapur pertanian / dolomit dilakukan untuk meningkatkan pH, pH tanah terlalu asam akan menyebabkan daun tomat akan berwarna putih kehijauan, rentan terhadap serangan virus dll.
    Sebelum media tanam di tutup dengan mulsa plastic, tebar pupuk kandang sebanyak 2 kg / m2, atau kompos 200 gr / m2, semprot dengan SOLBI AGRO  sebanyak 1 tutup / tangki semprot 17 lt, lalu media ditutup dengan mulsa plastic, jarak antar mulsa sebaiknya 1 meter.



Persiapan Pembibitan.







Buat sungkup atau naungan dengan arah menghadap kearah timur, agar mendapatkan sinar matahari pagi dengan optimal, persiapkan insect screen untuk menjaga agar bibit tidak terserang serangga.

Media pembibitan dapat di buat dengan campuran sebagai berikut :

    1 bagian pupuk kompos + 1 bagian sekam bakar + 1 bagian top soil tanah yang telah diayak halus lalu diaduk rata.
    Masukan kedalam polybag dan susun didalam naungan atau sungkup yang telah disiapkan, susun teratur agar susunan tanaman mudah dihitung.
    Setelah polybag tersusun rapi semprot media tanam dengan campuran SOLBI AGRO  dengan dosis 1 tutup / tangki semprot 17 lt, semprot sampai media basah.
    Siapkan benih tomat untuk populasi 12.000 pohon / ha untuk , tambahkan 10 % populasi tanaman untuk penyulaman.
    Rendam benih tomat dengan konsentrasi SOLBI AGRO, 5 tetes per kantong benih, isi air secukupnya, diamkan minimal 3 jam, maka benih siap ditanam, tiap benih cabai minimal masuk kedalam media sedalam 0,5 cm, lalu ditutup dengan kompos yang halus.
    Tutup polybag yang telah ditanam benih tomat dengan kertas Koran, lalu disiram sampai basah agar kelembabannya terjaga, lalu naungan ditutup dengan insect screen.
    Siram Koran yang menutupi polybag dengan air sampai basah pagi dan sore hari, setelah hari ke 3 atau setelah terlihat tomat mulai tumbuh, maka kertas Koran diangkat, maka penyiraman berikutnya dengan knapsack sprayer, usahakan media tanam basah.
    Pemberian aplikasi SOLBI AGRO  , 1 tutup/ tangki semprot 17 lt setiap 5 hari sekali, bibit cabai dapat dipindah tanam setelah umur 21 hari atau tumbuh 4 helai daun sejati.

 

Penanaman

 
Setelah bibit cukup umur, lakukan pelubangan mulsa plastic dengan jarak sebagai berikut :

    Tomat hibrida berbuah besar jarak antar mulsa ( lantai kerja ) 1 meter, jarak antar baris 70 cm, jarak antar tanaman 80 cm ( populasi 12.780 pohon ).
    Untuk tomat sayur jarak antar mulsa 80 cm, jarak antar tanaman 80 cm ,jarak antar baris 70 cm ( 14.200 pohon ).
    Untuk menanggulangi stress saat pindah tanam, lakukan penyemprotan SOLBI AGRO  , 1 tutup / tangki semprot 17 lt, disemprot merata sampai keakarnya, diamkan selama 12 jam, atau sehari sebelum pindah tanam.
    Lakukan penanaman mulai dari pagi hari sekali ,usahakan penanaman serentak perhektar harus selesai dalam 1 hari.



Metode pestisida Organik     


Buat pestisida organic dari bahan-bahan sebagai berikut untuk kebutuhan 1 hektar :

40 kg mengkudu yang telah matang di blender + 40 kg buah maja ( brenuk ) juga di blender, masukan kedalam tong ukuran 150 liter + air 100 liter + 1 kg gula pasir + 2 botol SOLBI AGRO, diamkan minimal 24 jam, lalu saring setiap 1 liter bahan + 4 -5 liter air, lalukan penyemprotan setiap minggu selama budidaya berlangsung.

Komposisi ini dapat menanggulangi penyakit tanaman dan serangan hama.

Metode pemupukan intensif

    Pemupukan untuk pembentukan postur tanaman :

Siapkan tong ukuran 300 liter, masukan 15 kg kompos + 5 kg NPK Mutiara 16-16-16 + 5 kg dolomite + 1 botol SOLBI AGRO   lalu diaduk merata, berikan campuran ini untuk 3000 pohon atau 100 ml / pohon, lakukan pemupukan cor ini sebanyak minimum 8 kali setiap minggu dimulai pada umur 14  HST.

TOTAL KEBUTUHAN SOLBI AGRO  PER 1 MUSIM TANAM PER HEKTAR

Persiapan lahan                   4          botol

Pembenihan                        1          botol

Metode cor 8 x 4 botol     32        botol

            TTL                      37        botol

0 membuat pupuk kompos sambil bersihkan sampah sekitar lingungan rumah


 Sumber :  kendali.com 

Cara terbaik mengendalikan sampah rumah tangga kita sendiri adalah dengan mengubahnya menjadi pupuk kompos. Pupuk ini terbuat dari bahan organik dan proses pembuatannya tidak terlalu rumit karena tidak membutuhkan tempat luas, banyak peralatan, dan biaya. Kompos berguna untuk memperbaiki struktur tanah, zat makanan yang diperlukan tumbuhan akan tersedia. Mikroba yang ada dalam kompos akan membantu penyerapan zat makanan yang dibutuhkan tanaman. Tanah akan menjadi lebih gembur. Tanaman yang dipupuk dengan kompos akan tumbuh lebih baik. Hasilnya bunga-bunga berkembang, halaman menjadi asri dan teduh. Hawa menjadi segar karena oksigen yang dihasilkan oleh tumbuhan.

Pengkomposan

Bahan yang dibutuhkan:

1. Bak atau drum plastik bekas
2. Karung goni atau anyaman bambu
3. Tanah atau paving block




                                                  sumber gambar : googling
















Cara membuat:
sumber : googling

Campur satu bagian sampah hijau (sampah organik) dan satu bagian sampah coklat (sampah kotoran hewan) di dalam bak atau drum bekas yang bagian bawahnya ditutupi tanah atau paving block dan sudah diberi lubang agar kelebihan air dapat merembes ke tanah.
Tambahkan satu lapisan tanah atas, campurkan. Biarkan mikroba aktif dalam tanah bekerja mengolah sampah menjadi kompos.
Ulangi lagi proses pertama dan kedua untuk lapisan berikutnya. Tutup drum atau bak plastik dengan karung goni atau anyaman bambu. Proses ini bisa juga dilakukan setiap dua hari sekali.
Setelah tujuh hari, buka dan aduklah pupuk kompos tersebut. Setelah itu tutup lagi. Lakukan proses ini setiap tujuh hari sekali.
Untuk mempercepat pengomposan, dapat ditambahkan bio-activator berupa larutan effective microorganism (EM) yang dapat dibeli di toko pertanian.
Setelah 4-6 minggu, jika campuran pupuk berwarna kehitaman, dan sudah tidak berbau sampah lagi, berarti proses pengomposan sudah selesai.
Ayak dan pisahkan bagian yang kasar, jika perlu. Kompos yang kasar bisa dicampurkan ke dalam bak pengomposan sebagai activator.


1 [Linkungan HIJAU]Cara Budidaya Cabe Berbasis Organik Dalam Polybag atau Pot

Bertanam cabe dalam polybag di lokasi sempit atau perkarangan relatif mudah dilaksanakan, apalagi berbasis pertanian organik. Dimasa mendatang, karena kesadaran konsumen untuk mengkonsumsi sumber makanan yang sehat dan bergizi semakin meningkat dan hasil produksi pertanian organik lebih bermutu dibanding budidaya pertanian yang menggunakan bahan kimia, maka prospek pertanian organik lebih baik dan menguntungkan.

Berikut informasi yang saya dapat mengenai Cara Budidaya cabe Berbasis Organik Dalam Polybag atau Pot:

Pembibitan:

    Benih yang telah berkecambah atau bibit cabe umur 10-14 hari (biasanya telah tumbuh sepasang daun) sudah dapat dipindahkan ke tempat pembibitan.
    Siapkan tempat pembibitan berupa polybag ukuran 8 x 8 cm. masukkan ke dalamnya campuran tanah, bambu dan Tricho Kompos.
    Pindahkan bibit cabe ke wadah pembibitan dengan hati-hati. Pada saat bibit ditanam di polybag/pot, tanah disekitar akar tanaman ditekan-tekan agar sedikti padat dan bibit berdiri tegak. Letakkan bibit di tempat teduh dan disirami secukupnya untuk menjaga kelembabannya. Pembibitan ini untuk meningkatkan daya adaptasi dan daya tumbuh bibit pada saat pemindahan di tempat terbuka.
    Bibit bisa ditanam di polybag setelah berumur 21 hari.


Penyiapan Media Tanam Polybag:

    Siapkan Polybag tempat penanaman berukuran 35cm X 35cm yang diberi lubang kiri kanannya untuk pengaturan air.
    Buat Campuran dengan komposisi tanah, pupuk kompos dan arang sekam (brambut) dengan perbandingan 2:1:1 sebanyak yang dibutuhkan. penggunaan sekam bertujuan untuk memperbaiki drainase sehingga air tidak tergenang dalam polybag.
    Semprot dengan PGPR (Plant Growt Promotion Rhizabacteri) untuk mematikan hama pengganggu dakam media tanah dan tunggu beberapa jam.
    Bahan-bahan tersebut disiram dengan air dan PGPR dengan perbandingan 1:15 liter.
    Masukkan campuran tersebut ke dalam polybag setinggi 3/4 dari volume polybag.



Penanaman:

    Bibit yang telah berumur 21 hari sudah siap ditanam dalam polybag atau pot.
    Pilih bibit cabe yang baik yaitu yang pertumbuhannya tegar, warna daun hijau, tidak cacat atau terkena hama penyakit.
    Siapkan polybag yang akan ditanami, padatkan permukaan media tanah, siram dengan air ditambah PGPR lalu letakkan di tempat terbuka yang terkena sinar matahari langsung.
    Wadah media bibit dari plastik harus dibuka dulu sebelum ditanam. Hati-hati supaya tanah yang menggumpal akar tidak lepas.
    Waktu penanaman pada pagi atau sore hari untuk mengurangi penguapan.
    Bibit ditanam sebatas pangkal batang dengan posisi tegak lurus, tanah di sekitar batang dipadatkan agar perakaran lebih kuat kemudian dilakukan penyiraman.


Pemeliharaan:

    Pewiwilan atau perempelan; dilakukan terhadap tunas samping yang muncul sebelum pembungaan agar tanaman tumbuh besar terlebih dahulu. Lakukan Perempelan daun-daun tua, bunga pertama dan seluruh tunas yang keluar dari ketiak daun dibawah percabangan pertama.
    Penyiraman; Apabila tidak ada hujan, penyiraman dilakukan setiap hari sampai umur 2 minggu, setelah itu penyiraman cukup dilakukan 2-3 kali seminggu atau sesuai dengan kondisi kelembaban tanah. Penyiraman tanaman sebaiknya dilakukan pada pagi hari sebelum jam 09:00 pagi, karena pada siang hari tanaman banyak membutuhkan air untuk proses fotosintesis.
    Pemupukan; Setelah usia 1-2 minggu semprot dengan pupuk NPK Cair (Yang organik ya; banyak dijual koq di tempat kebutuhan Pertanian dan perkebunan).
    Pengendalian hama; hama yang dominan menyerang adalah kutu daun, thrips dan lalat buah sedangkan penyakit yang timbul diantaranya layu bakteri dan virus mozaik yang menyebabkan stagnasi dan kematian tanaman. Adapun pengendalian yang bisa dilakukan seperti berikut:

    Untuk mengendalikan hama lalat buah dapat digunakan "eugenol"/petrogen untuk menarik lalat buah yang ditempatkan disetiap sudut lokasi pertanaman cabe dalam polybag.
    Untuk mengendalikan serangga pengisap daun seperti Thrips, Aphid, Penyakit busuk buah kering (Antraknosa) yang disebabkan cendawan, bisa menggunakan Pernab Mozaik.


Masa Panen dan Pemetikan:

    Pada umur 60 hari setelah tanam, cabe dalam polybag sudah masuk fase generatif yaitu mulai berbunga dan pematangan buah sampai umur 70 hari setelah tanam. Panen pertama dilakukan pada umur 75-80 hari kemudian panen berikutnya setiap 3-4 hari sekali atau sesuai dengan kondisi buah.
    Pemetikan dilakukan dengan hati-hati agar percabangan atau tangkai tanaman tidak patah.
    Setelah pengunduhan lakukan penyemprotan dengan pernab mozaik.


Ternyata menanam cabe dalam polybag cukup mudah dilaksanakan dan tidak memerlukan biaya yang besar. Begitu pula tanaman terong, tomat, dan sebagainya. Caranya tidak jauh bebeda dengan keterangan di atas.

Budidaya seperti ini merupakan salah satu upaya kita memanfaatkan lahan pekarangan rumah atau lahan disekitarnya yang masih kosong, disamping untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus memperindah halaman rumah. Apabila dilakukan di Areal yang luas, tanaman cabe dan lain-lain bisa menjanjikan peluang bisnis yang cukup baik (Insya Allah), selain menjual hasilnya juga bisa menjual benihnya.

Terima kasih kami ucapkan untuk Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan untuk penyebarluasan informasi mengenai Cara Budidaya Cabe Berbasis Organik Dalam Polybag atau Pot.

Sumber : googling






Cari artikel lain di Blog Ini

Yok ikutan gabung menjalin tali silaturahmi